Tanda Akhir Zaman Yang Telah Terbukti, Jangan Kaget Dan Bingung Melihat Fakta Ini

Tanda-tanda akhir zaman adalah bahwa yang bodoh jadi guru dan yang pintar menjadi murid. Banyak yang kemudian bertanya: “Kok bisa?” Lihat saja faktanya.

Tanda-tanda akhir zaman adalah bahwa yang suka berkhianat menjadi pejabat sementara yang jujur amanat dianggap penjahat. Banyak yang kemudian berkata: “Kok bisa?” Lihat saja faktanya.

Tanda-tanda akhir zaman adalah bahwa yang kaya menjadi pengemis sementara yang miskin menjadi ahli shadaqah. Banyak yang kemudian berkata: “Kok bisa?” Lihat saja faktanya.

Tanda-tanda akhir zaman adalah bahwa yang benar dicari-cari kesalahannya sementara yang jelas-jelas salah disembunyikan rapi kesalahannya. Banyak yang kemudian berkata: “Kok bisa?” Lihat saja faktanya.

Tanda-tanda akhir zaman adalah bahwa para pelanggar hukum diangkat menjadi duta teladan sementara mereka yang taat hukum dipandang sebagai pihak yang harus meneladani. Banyak yang kemudian bertanya: “Kok bisa?” Lihat saja faktanya.

Tanda-tanda akhir zaman adalah bahwa orang yang merusak dan memusuhi dipeluk dan dijadikan teman sementara orang yang memperbaiki dan menyayangi malah dijadikan musuh. Banyak yang kemudian bertanya: “Kok bisa?” Lihat saja faktanya.

Tanda-tanda akhir zaman adalah bahwa tontonan dijadikan tuntunan sementara tuntunan dijadikan tontonan. Banyak yang kemudian bertanya: “Kok bisa?” Lihat saja faktanya.

Tanda-tanda akhir zaman adalah bahwa para pemimpin diarahkan oleh yang dipimpin sementara yang dipimpin malah mengarahkan pimpinannya. Kemudian banyak yang bertanya: “Kok bisa?” Lihat saja faktanya.

Tanda-tanda akhir zaman adalah ketika semuanya serba terbalik, yang normal dianggap tak normal dan yang tak normal dijadikan rujukan norma. Lalu siapa yang bertanggung jawab meluruskan? Dari mana kita memulai meluruskan? Kembalilah ke norma yang normal.

Daftar Kejadian Aneh Aneh Sebelum Bencana Besar Terjadi

PeringatanNya di dunia ini berupa teguran kepada umat manusia dan agar manusia dapat menarik perhatian akan makna dari peringatanNya, biasanya berupa kejadian yang tidak biasa, berupa perumpamaan perumpamaanNya, contoh yang pernah terjadi adalah sebelum kehancuran total dari Firaun yang di tenggelamkan olehNya, maka di dahului dengan berbagai macam peringatanNya

“Dan sesungguhnya Kami telah menghukum kaumnya dengan musim kemarau yang panjang dan kekurangan buah-buahan, supaya mereka mengambil pelajaran. Kemudian apabila datang kepada mereka kemakmuran, mereka berkata: “Itu adalah karena kami“. Dan jika mereka ditimpa kesusahan, mereka lemparkan sebab kesialan itu kepada Musa dan orang-orang yang besertanya. Ketahuilah, sesungguhnya kesialan mereka itu adalah ketetapan dari Allah, akan tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui. Mereka berkata: “Bagaimanapun kamu mendatangkan keterangan kepada kami untuk menyihir kami dengan keterangan itu, maka kami sekali-kali tidak akan beriman kepadamu Maka Kami kirimkan kepada mereka taufan, belalang, kutu, katak dan darah sebagai bukti yang jelas, tetapi mereka tetap menyombongkan diri dan mereka adalah kaum yang berdosa. Dan ketika mereka ditimpa azab merekapun berkata: “Hai Musa, mohonkanlah untuk kami kepada Tuhamnu dengan kenabian yang diketahui Allah ada pada sisimu . Sesungguhnya jika kamu dapat menghilangkan azab itu dan pada kami, pasti kami akan beriman kepadamu dan akan kami biarkan Bani Israil pergi bersamamu”. Maka setelah Kami hilangkan azab itu dari mereka hingga batas waktu yang mereka sampai kepadanya, tiba-tiba mereka mengingkarinya. Kemudian Kami menghukum mereka, maka Kami tenggelamkan mereka di laut disebabkan mereka mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka adalah orang-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami itu.” (Quran Surat ke 7 ayat 130-138)

Pertama kejadian sebagai peringatanNya sebelum benar-benar titik utama, adalah musim kemarau yang panjang dan kekurangan buah-buahan, agar mengambil pelajaraNya, tatkala musim itu sudah lewat, maka mereka menganggap hasil jerih payah, ilmu pegtehuan dan kepandaian mereka sehingga bisa lewat dari musim kemarau yang panjang.

Kemudian berikutnya dikirimkanNya peringatanNya lagi, yang di luar nalar mereka saat itu, taufan, belalang, kutu, katak dan darah sebagai bukti yang jelas, dan ketika hilang wabah dan keanehan yang menyelimuti negeri firaun, kaum mereka mejadi sombong karena telah berhasil lolos dari matu akibat bencana aneh yang bertubi-tubi
Hingga akhirnya puncak dari peringatanNya adalah binasanya firaun, “maka Kami tenggelamkan mereka di laut disebabkan mereka mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka adalah orang-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami itu.”

Tiga fase peringatanNya:

Lewat Musim, cuaca yang berpengaruh kepada makanan, buah buahan
Lewat Kejadian beruntun dan Aneh, terhadap lingkungan alam mereka
Lewat Tsunami Dahsyat yang menenggelamkan

Sekiranya firuan ‘peka’ terhadap fase yang pertama, niscaya fase ke 2 dan 3 tidak diperlukan, atau sekiranya, baru fase ke dua tersadar, maka sesungguhnya firaun terhindar dari kemusnahan dan menjadi hamba Allah swt, Namun, sifat manusia yang telah diliputi kemegahan, kemakmuran, pangkat, derajat, kedudukan, kecanggihan ilmu pengetahuan (membangun piramid, irigasi, rumah, tentara yang hebat) membuat peringatanNya dari fase satu, dua tidak berarti sama sekali, kecuali hanya bentuk keingkaran, hingga keputusanNya untuk mengirimkan fase ke tiga sebagai bentuk kehancuran, Sungguh Allah swt mengirimkan peringatanNya sebelum kemusnahan masal terjadi dan hal ini berlaku universal, sebagai bentuk kasih sayang Allah swt kepada hambaNya agar mereka kembali kepadaNya

PeringatanNya sebelum kemusnahan masal pada hakikatnya ada;ah sebuah peringatanNya dari sang pencipta alam ini untuk memberitahu kepada manusia akan sebuah peringatanNya yang lebih besar.

Catatan demi catatan akan peringatanNya menunjukkan akan datangnya kemusnahan masal merupakan sebuah peringatanNya akan keberadaan sang pencipta,firman Allah swt dalam alquran surat yunus ayat 24

“Sesungguhnya perumpamaan kehidupan duniawi itu, adalah seperti air yang Kami turunkan dan langit, lalu tumbuhlah dengan suburnya karena air itu tanam-tanaman bumi, di antaranya ada yang dimakan manusia dan binatang ternak. Hingga apabila bumi itu telah sempurna keindahannya, dan memakai perhiasannya , dan pemilik-permliknya mengira bahwa mereka pasti menguasasinya , tiba-tiba datanglah kepadanya azab Kami di waktu malam atau siang, lalu Kami jadikan laksana tanam-tanaman yang sudah disabit, seakan-akan belum pernah tumbuh kemarin. Demikianlah Kami menjelaskan tanda-tanda kekuasaan kepada orang-orang berfikir” (yunus:24)

PeringatanNya membentuk siklus yang terus-menerus terjadi dan berulang-ulang, ketika kehidupan tumbuh berkembang, pada akhirnya akan musnah binasa ketika manusia tidak menyadari keberaradaanNya. Contoh klasik adalah jaman n.Musa, ketika firaun yang sangat berkuasa, sebelum dia binasa, maka sesungguhnya firaun telah menerima berbagai macam kejadian aneh-aneh, dimulai kemarau panjang dan langkanya buah-buahan (QS. yunus:130) kemudian sampai kejadian aneh paling fenomenal yaitu:

“Maka Kami kirimkan kepada mereka taufan, belalang, kutu, katak dan darah sebagai bukti yang jelas, tetapi mereka tetap menyombongkan diri dan mereka adalah kaum yang berdosa.” (QS. al-a’raaf:133)

Tanda-tanda sebagai peringatanNya yang dikirimkan kepada firaun adalah sebuah bentuk warning akan datangnya peristiwa besar (kebinasaan), dimana ketika hal itu diambil sebagai pelajaran sesungguhnya, firaun akan terhindar dari kebinasaan itu, namun firuan ingkar akan keberadaanNya:

“Maka setelah Kami hilangkan azab itu dari mereka hingga batas waktu yang mereka sampai kepadanya, tiba-tiba mereka mengingkarinya.” (QS. al-a’raaf:135)

Setelah ingkar dari peringatan-peringatan Allah swt, maka tibalah kebinasaan itu sebagai hal yang nyata setelah kejadian aneh yang terjadi:

Kemudian Kami menghukum mereka, maka Kami tenggelamkan mereka di laut disebabkan mereka mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka adalah orang-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami itu. (QS. al-a’raaf:136)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*