Pacitan Berduka, Ribuan Rumah di 13 Desa Terendam Banjir, Belasan Meninggal dan Puluhan Orang Hilang, Lihat Videonya Ngeri!

Bencana alam kembali terjadi di Indonesia.

Kali ini banjir bandang dan tanah longsor menerjang Kabupaten Pacitan, Jawa Timur.

Hingga kini sudah tercatat 11 orang meninggal dunia dan puluhan hilang akibat bencana alam tersebut.

Dari 11 orang tersebut, 9 orang dikabarkan meninggal dunia akibat tertimbun tanah longsor di Kabupaten Pacitan.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat ribuan rumah di 13 desa di tiga kecamatan Kabupaten Pacitan terendam banjir akibat hujan deras.

“Pacitan juga merupakan daerah yang paling dekat dengan siklon tropis Cempaka, ditambah terjadi hujan lebat sehingga menimbulkan banjir dan longsor,” ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, Selasa (28/11).

Melalui siaran pers yang diterima Antara di Surabaya, banjir terjadi setelah sungai-sungai meluap menyebabkan ribuan rumah terendam dan jalan lintas selatan lumpuh total.

Banjir, kata dia, terjadi di Kecamatan Pacitan (Desa Sirnoboyo, Desa Sukoharjo, Desa Kayen, desa kembang, Desa Ploso, Desa Arjowinangun, Desa Sidoharjo), Kecamatan Kebon Agung (Desa Purworejo, Desa Banjarjo, Desa Kebon Agung) dan di Kecamatan Arjosari (Desa Pagutan, Desa Jatimalang, Desa Arjosari).

Tujuh korban longsor berasal dari Desa Klesem, Kecamatan Kebonagung dan Desa Sidomulyo, Kecamatan Ngadirojo sebanyak dua orang. “Sembilan korban meninggal akibat longsor itu hingga saat ini belum dapat dievakuasi. Sulitnya akses menuju lokasi dan tingginya intensitas hujan, menjadi kendala,” katanya.

Sedangkan, banjir menyebabkan dua orang meninggal dunia dan korban telah ditemukan. Warga yang terdampak, lanjut dia, lebih dari 4.000 jiwa dan perlu dievakuasi serta kerusakan masih dalam pendataan.

“Pengungsi di Kecamatan Pacitan ditempatkan di GOR Pacitan dan Masjid Sirnoboyo. Dapur umum akan didirikan, bantuan logistik disalurkan,” katanya.

Sementara itu, cuaca ekstrem yang terjadi akibat pengaruh Siklon Tropis Cempaka telah menyebabkan bencana banjir, longsor dan puting beliung.

BMKG telah menyampaikan peringatan dini adanya siklon tropis Cempaka yang berada di perairan sekitar 32 km sebelah selatan-tenggara Pacitan Provinsi Jawa Timur.

Kekuatan siklon 65 kilometer per jam pada hari ini dampaknya adalah cuaca ekstrem seperti hujan deras, angin kencang dan gelombang tinggi di Jawa dan Bali.

Data sementara yang dihimpun Posko BNPB, bencana tersebut terjadi Kabupaten Situbondo, Sidoarjo, Pacitan, Wonogiri, Ponorogo, Serang, Sukabumi, Purworejo, Tulungagung, Semarang, Klaten, Malang, Wonosobo, Klungkung, Kota Yogyakarta, Gunung Kidul, Kulon Progo, Sleman, Bantul, Kudus dan Sukoharjo.

Terhalang Longsor, Bantuan untuk Korban Banjir Pacitan Terhenti di Ponorogo

Gubernur Jatim, Soekarwo, menginstruksikan pemberian bantuan terhadap bencana banjir bandang dan tanah longsor di Pacitan, Selasa (28/11/2017).

Tak tanggung-tanggung, pria yang akrab disapa Pakde Karwo ini langsung memerintahkan tujuh kabupaten di sekitar Pacitan untuk mengirim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) ke pusat bencana.

Namun, menurut Pakde, bantuan tersebut masih terhenti di Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo, akibat longsor.

“Bantuan BPBD sudah dalam perjalanan ke Pacitan. Tapi, berhenti di Slahung karena longsor,” ujar Pakde ketika dikonfirmasi seusai melantik jajaran Pengurus DPC Demokrat Surabaya, Selasa (28/11/2017), di Surabaya.

“Jadi, nunggu dua jam dari pukul tujuh tadi. Selain di Slahung yang JLS (Jalur Lintas Selatan) juga longsor,” imbuhnya.

Untuk membantu para korban, Pemrov Jatim mengirimkan beberapa bantuan, di antaranya tambahan perahu karet.

“Pertama, kami prioritaskan untuk menyelamatkan para penduduk. Kami menyiapkan perahu karet. Perahu karetnya, kita tambah,” ujar Pakde.

Kemudian, untuk menyambung jembatan yang terputus, pemrov membuat bailey (jembatan darurat).

Sedangkan untuk mengatasi tanah longsor, Pemrov Jatim telah menambahkan unit ekskavator.

“Saat ini, ekskavatornya sudah mulai dioperasikan untuk mengurangi longsor,” lanjutnya.

Selain itu, Pemrov juga akan mengirimkan bantuan makanan dan minuman, serta Unit Reaksi Cepat (URC) untuk antisipasi masalah kesehatan.

“Kami akan mengirimkan bantuan makanan dan minuman, sesuai dengan jenis dan jumlah kebutuhan,” jelasnya.
Ia menjelaskan, banjir yang terjadi di Pacitan akibat curah hujan yang sangat tinggi.

“Kalau dari laporan BMKG (Badan Metereologi dan Geofisika), memang penyebabnya karena curah hujan kita melebihi dari rata-rata dari biasanya,” pungkas Pakde.

465 Trafo Listrik Rusak

Sebanyak 465 trafo listrik dari 865 trafo distribusi di wilayah Pacitan, Jawa Timur rusak akibat banjir yang menerjang kawasan setempat. Akibatnya, 70 ribu rumah pelanggan mengalami pemadaman listrik.

Manajer Komunikasi Hukum dan Adminitrasi PLN Distribusi Jatim, Wisnu Yulianto dikonfirmasi di Surabaya, Selasa (28/11) mengatakan, banjir di Pacitan juga mengakibatkan delapan penyulang atau jaringan listrik yang memasok dari gardu induk ke jaringan tegangan menengah dari total 10 penyulang mengalami gangguan.

“Terdapat empat jaringan tegangan menengah yang tumbang akibat banjir yang disertai longsor tersebut,” ucap Wisnu.

Hal ini, kata Wisnu, sekitar 70 ribu pelanggan PLN terpaksa mengalami pemadaman akibat gangguan pada penyulang dan trafo tersebut.

Wisnu mengungkapkan, upaya yang dilakukan PLN Jatim saat ini adalah perbaikan segera, setelah kondisi di lapangan memungkinkan mengingat sampai malam ini banjir masih cukup tinggi.

“Saat ini seluruh petugas di PLN Rayon Pacitan sedang berusaha mengatasi gangguan dengan bantuan dari Area Ponorogo. Kendala di lapangan, akses jalan ke Pacitan malam ini terputus akibat longsor,” kata dia.

Sebelumnya diberitakan, sejumlah desa di empat kecamatan Kabupaten Pacitan terendam banjir hingga ketinggian satu meter akibat dampak hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak Senin (27/11) hingga hari ini.

Sekretaris BPBD Pacitan, Ratna Budiono mengatakan banjir terpantau di wilayah Sidomulyo Kecamatan Ngadirojo, itu sekitar Lorok, lalu Kebonagung Kecamatan Kebonagung, Pacitan serta Arjosari.

Disebutkan, ketinggian genangan air (banjir) yang merendam di jalan lintas selatan (JLS) mencapai batas ketinggian roda truk besar.

Ratna mengatakan, fenomena banjir dan longsor terjadi sebagai dampak Siklon Tropis yang terjadi di pesisir selatan Jawa, sebagaimana peringatan dini yang sudah disampaikan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sejak Senin (27/11), mulai dari Yogyakarta, Jawa Tengah termasuk pesisir selatan Jatim di Pacitan.

Berikut adalah video penampakan banjir di Pacitan Jawa Timur:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*