Bukan Hanya Stroke! Ini 3 “Balasan Mengerikan” Usai Donald Trump Umumkan Kedubes AS Pindah ke Yerusalem, Yang Terakhir Naudzubillah!

Keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel menuai kemarahan dari para pemimpin dunia.

Banyak yang merasa langkah pemerintah AS tersebut mengancam stabilitas di seluruh wilayah.

Bahkan menghancurkan prospek pencapaian perdamaian antara Israel dan Palestina.

Bukan hanya pengakuan sebagai ibu kota saja, tetapi pemerintah AS juga akan memindahkan kedutaannya dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Berikut 3 fakta yang terjadi setelah pengakuan Presiden Donald Trump tersebut:

#1. Donald Trump Lidahnya Kelu dan Mulai Terkena Stroke

Gedung Putih menyatakan, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan menjalani pemeriksaan medis publik awal tahun depan di Walter Reed National Military Medical Center.

Trump kesulitan melafalkan kata-kata secara jelas mirip gejala kelu lidah seperti yang dialami penderita stroke pada umumnya.

Gejala itu terjadi saat akhir pidatonya tentang pengumuman Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel pada hari Rabu lalu.

Dia menyuarakan beberapa kata seperti “sh”, ketika melafalkan kalimat ”and God bless the United Shtesh”. Kata “Shtesh” semestinya “State” sehingga kalimat tersebut bermakna “dan Tuhan memberkati Amerika Serikat“.

Kondisi yang dialami Trump itu membuat heboh publik di media sosial. Para dokter menduga Presiden AS itu mengalami stroke.

Ada juga yang menduga kesulitan bicara dengan gigi palsu. “Apakah ada orang lain yang melihat Trump mengejek menjelang akhir pidato di Israel? Seperti seseorang yang gigi palsunya terlepas? Saya serius,” tulis pengguna akun @SassyProf.

“Trump jelas sangat sakit selama pidatonya tentang Yerusalem, tidak masuk akal dalam satu kalimat, menyayat beberapa kata, mengendus berlebihan dan terlihat sangat buruk. Kapan Gedung Putih akan membuat sebuah pernyataan?,” tulis pengguna akun @dm1borden.

Trump juga terlihat seperti mengisap gigi saat berbicara. Tak ayal, hal ini menjadi bahan cemoohan netizen. “Gigi palsu Trump sangat tidak senang dengan pidato soal Yerusalem ini, giginya berupaya untuk terbang keluar dari mulutnya,” tulis salah satu pengguna media sosial.

Juru bicara Gedung Putih Sarah Huckabee Sanders pada hari Kamis waktu Washington menyebut spekulasi publik tersebut sangat menggelikan. ”Tenggorokan presiden sudah kering, tidak lebih dari itu,” katanya, seperti dikutip dari NBC News, Jumat (8/12/2017).

Sanders mengatakan bahwa Trump dijadwalkan menjalani uji medis rutin awal tahun depan di Walter Reed National Military Medical Center.

#2. Kemarahan dari Pemimpin Dunia

Presiden Joko Widodo

Presiden Joko Widodo mengungkapkan perasaan dongkolnya terhadap kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Perasaan dongkolnya itu Jokowi ungkapkan saat menerima jajaran pengurus Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) di Istana Kepresidenan, Bogor, Jumat (8/12/2017), sebagaimana dikutip dari Kompas.com.

Sampai sekarang ini masih dongkol dan jengkel. Kita sedang bicara di dalam semua forum-forum internasional, mengantisipasi sikap Korea Utara, eh ternyata dikejutkan oleh sikap (negara) yang satunya lagi,” ujar Jokowi.

“Pemerintah Amerika mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Ini sungguh sangat mengejutkan, menjengkelkan dan mendongkolkan,” kata dia.

Kedongkolan Jokowi itu lebih-lebih dirasakan karena saat bertemu dengan Donald Trump dalam acara KTT ASEAN di Filipina, beberapa waktu lalu, Trump tak sedikit pun menyinggung kebijakan kontroversialnya itu.

“Karena waktu ketemu terakhir di ASEAN ngomong-nya enak banget. Senyum-senyum. Bahkan saat makan malam, kebetulan berjejer, dengan istri saya di sini, Trump di sini, saya di sini. Ajak ngomong istri saya terus,” tutur Jokowi.

“Ya inilah perubahan-perubahan di dunia kadang menjengkelkan, menyakitkan, tapi itulah fakta yang kita hadapi,” kata dia.

Jokowi meyakinkan, akan melakukan segala upaya untuk menentang kebijakan Trump tersebut.

Sebelumnya, kecaman itu juga disampaikan Jokowi melalui laman Facebook-nya, 7 Desember 2017, yang menyampaikan 5 poin pernyataan:

  1. Indonesia mengecam keras pengakuan sepihak Amerika Serikat terhadap Jerusalem sebagai ibu kota Israel dan meminta Amerika Serikat mempertimbangkan kembali keputusan tersebut.
  2. Pengakuan sepihak tersebut telah melanggar berbagai resolusi Dewan Keamanan dan Majelis Umum PBB dimana Amerika Serikat menjadi anggota tetapnya. Ini bisa mengguncang stabilitas keamanan dunia.
  3. Saya dan rakyat Indonesia, kita semuanya tetap konsisten untuk terus bersama dengan rakyat Palestina dalam memperjuangkan kemerdekaan dan hak-haknya sesuai dengan amanah Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.
  4. Dalam beberapa hari ini, Pemerintah Indonesia telah berkomunikasi dengan negara-negara OKI agar OKI segera mengadakan sidang khusus tentang masalah pengakuan sepihak ini pada kesempatan pertama. Dan meminta PBB untuk segera bersidang serta menyikapi pengakuan sepihak Amerika Serikat.
  5. Saya memerintahkan Menteri Luar Negeri untuk memanggil Duta Besar Amerika Serikat untuk langsung menyampaikan sikap Pemerintah Indonesia.

Presiden Lebanon, Michel Aoun

“Keputusan AS mengancam proses perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah.” Dikutip dari Al Jazeera.

Juru bicara pemerintah Yordania, Mohammad Al Momani

Pemerintah Yordania, menganggap keputusan tersebut ilegal. Keputusan tersebut mengawali status final dari negoisasi yang dapat memicu kemarahan, dan mengobarkan emosi umat Islam dan Kristen di seluruh negara Arab dan Islam.

Israel menduduki Yerusalem Timur pada akhir Perang 1967 dengan Suria, Mesir, dan Yordania, yang menempatkan seluruh kota di bawah kendali Israel secara de facto. Masyarakat internasional tidak pernah mengakui klaim Israel atas seluruh Yerusalem.

Menteri Luar Negeri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman

Keputusan Trump merupakan hukuman mati bagi semua orang yang mencari kedamaian.

Warga Palestina menginginkan Yerusalem Timur sebagai ibu kota negara masa depan mereka. Sementara, Israel bersikeras kota ini adalah ibu kota yang bersatu, dan tak dapat dibagi.

Presiden Perancis, Emmanuel Macron

Pemerintah Perancis tidak menyetujui keputusan tersebut dan mendukung solusi dua negara, Israel dan Palestina, sehingga hidup damai dan aman, dengan Yerusalem sebagai ibu kota kedua negara.

Pemerintah Pakistan

Pemerintah Pakistan menilai langkah Trump merupakan pelanggaran jelas terhadap hukum internasional dan resolusi Dewan Keamanan PBB.

#3. Api Raksasa Hanguskan California

Dikutip dari BBC Indonesia, ribuan orang yang tinggal di California terpaksa meninggalkan rumah mereka setelah sejumlah kebakaran hutan melanda Los Angeles.

Enam kebakaran berskala raksasa, serta jilatan api yang relatif lebih kecil lainnya, mulai merambah ke sejumlah wilayah. Sekitar 500 bangunan telah hancur.

Citra satelit memperlihatkan bagaimana kebakaran dapat terjadi – didorong oleh cuaca ekstrim, termasuk kelembaban rendah, angin kencang dan tanah yang kerontang.

Sekitar 5.700 petugas pemadam kebakaran telah terlibat untuk memadamkan api, dan pejabat setempat mengatakan, Kamis (07/12/2017), banyak tawaran bantuan dari sejumlah negara-negara tetangga.

Kebakaran disebut ‘Thomas fire’ di kawasan desa Ventura di sebelah utara Los Angeles tetap merupakan titik api terbesar dan telah menyebar hingga kawasan pesisir pantai Pasifik.

Jilatan api telah melahap kawasan seluas 466km persegi sejak kemunculannya pada Senin, dan menghancurkan lebih dari 430 bangunan gedung, kata petugas pemadam kebakaran.

Creek Fire

Kebakaran lainnya melanda kawasan utara Los Angeles, yang disebut Creek Fire. Dan menurut pejabat setempat, 20% wilayah yang dilahap api sudah berhasil dipadamkan dengan cakupan sekitar 15.323 hektar.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*